Tiga Awan Ngobrol dulu
← semua artikel
blog 12 Agu 2026 · 8 menit baca

Landing Page atau Company Profile? Cara Memilih yang Tidak Bikin Menyesal 6 Bulan Lagi

Landing page satu halaman atau company profile lengkap? Jawabannya ditentukan oleh dari mana pengunjungmu datang, bukan oleh ukuran bisnismu. Ini cara memutuskannya, plus biaya yang muncul kalau nanti harus pindah.

Pilih landing page kalau hampir semua pengunjungmu datang dari sumber yang kamu bayar atau kamu kendalikan — iklan, link di bio Instagram, broadcast WhatsApp — dan kamu cuma menjual satu penawaran. Pilih company profile kalau kamu ingin ditemukan lewat pencarian Google dan Maps, punya lebih dari dua layanan, atau sering ditanya soal legalitas, portofolio, dan tim. Bedanya bukan soal mana yang lebih modern atau lebih murah, tapi soal dari mana orang datang: landing page tidak punya cukup halaman untuk merangking di banyak kata kunci, dan company profile tanpa fokus tidak akan mengubah pengunjung jadi chat.

Pertanyaan ini muncul hampir di setiap obrolan awal dengan calon klien. Biasanya berbentuk: "Saya butuh yang lengkap atau cukup satu halaman saja?"

Sebagian besar artikel yang membahas ini berhenti di definisi — landing page itu satu halaman, company profile itu banyak halaman. Betul, tapi tidak membantu kamu memutuskan. Di bawah ini kami pakai cara yang kami pakai sendiri saat menentukan bentuk website klien.

Apa bedanya landing page dan company profile secara praktis?

Perbedaan strukturnya gampang. Yang jarang dijelaskan adalah konsekuensinya ke pekerjaan sehari-hari kamu setelah situsnya jadi.

AspekLanding pageCompany profile
Jumlah halamanSatu, kadang plus halaman terima kasihUmumnya 5–8: beranda, layanan, tentang, portofolio, kontak, blog
Tugas utamanyaMembuat satu tindakan terjadi: chat, isi form, daftarMenjawab semua pertanyaan orang yang sedang menimbang
Bisa merangking untuk berapa kata kunciPraktis satu kelompok kata kunci sajaSatu kelompok kata kunci per halaman, bertambah tiap halaman baru
Kerja rutin setelah tayangHampir tidak ada, kecuali mengganti penawaranPerlu diisi: artikel, halaman layanan baru, pembaruan portofolio
Cocok untukKampanye, promo musiman, satu produk, uji pasarBisnis jasa dengan beberapa layanan dan siklus keputusan panjang
Risiko terbesarTrafik berhenti begitu iklan dimatikanJadi brosur digital yang tidak pernah menghasilkan chat

Baris ketiga adalah yang paling sering diabaikan. Google merangking halaman, bukan website. Satu halaman berarti satu pintu masuk. Kalau bisnismu punya empat layanan yang dicari dengan kata kunci berbeda-beda, landing page tunggal cuma bisa menangkap satu dari empat.

Kenapa pertanyaannya sebenarnya "trafikmu datang dari mana"?

Ini pergeseran cara berpikir yang biasanya langsung menyelesaikan kebingungan. Jangan mulai dari "bisnis saya besar atau kecil". Mulai dari "orang sampai ke situs saya lewat jalan apa".

Sumber pengunjung utamaPilihan yang masuk akalAlasannya
Iklan Google atau MetaLanding pagePesan iklan dan isi halaman harus nyambung persis; halaman penuh menu justru mengalihkan
Link di bio Instagram atau TikTokLanding pagePengunjung datang dari HP, sabar sebentar, dan sudah tahu kamu siapa
Pencarian GoogleCompany profileButuh banyak halaman untuk menangkap variasi kata kunci
Google Maps atau Profil BisnisCompany profileOrang mengecek jam buka, lokasi, layanan, dan bukti sebelum menelepon
Rekomendasi mulut ke mulutCompany profileYang dicari adalah pembuktian: portofolio, tim, legalitas
Tender atau kerja sama B2BCompany profilePihak ketiga memeriksa keberadaan dan rekam jejak perusahaan

Kalau trafikmu dari iklan, kualitas halaman tujuan bukan cuma soal selera. Google Ads menghitung landing page experience sebagai salah satu dari tiga komponen Angka Mutu, bersama perkiraan rasio klik-tayang dan relevansi iklan. Yang dinilai antara lain relevansi halaman terhadap kata kunci, kecepatan muat, kenyamanan di HP, dan kemudahan navigasi — penjelasannya ada di dokumentasi Angka Mutu Google Ads. Halaman yang lambat dan tidak nyambung dengan iklannya membuat kamu membayar lebih mahal per klik.

Kalau trafikmu diharapkan datang dari pencarian, ceritanya kebalikannya: kamu butuh permukaan yang luas. Dan bagaimanapun bentuknya, pengalaman halaman di HP tetap dihitung — Google menegaskan bahwa pengalaman halaman adalah bagian dari konten yang bermanfaat, bukan sekadar tambahan di akhir.

Apa yang hilang kalau salah pilih landing page?

Kasus paling sering yang kami temui: bisnis jasa di Sleman atau Kota Yogyakarta bikin landing page karena murah dan cepat, lalu enam bulan kemudian bertanya kenapa tidak pernah muncul di Google.

Yang terjadi kira-kira begini. Landing page mereka menargetkan satu frasa, misalnya nama layanan utama. Sementara calon pelanggan mengetik hal-hal yang jauh lebih beragam: "berapa biaya...", "...terdekat", "...yang bagus", "beda A dan B". Tidak ada halaman yang bisa menjawabnya, jadi tidak ada yang bisa dirangking. Kalau situsmu sudah lama tayang tapi belum juga muncul, penyebab lain yang lebih teknis kami urai di kenapa website tidak muncul di Google.

Kebalikannya juga nyata. Company profile lengkap tapi tidak ada tombol WhatsApp yang jelas, harga tidak disebut, dan halaman layanan cuma berisi paragraf umum — pengunjung datang, membaca, lalu pergi. Halaman banyak tidak otomatis berarti banyak chat.

Berapa biayanya, dan berapa biaya kalau nanti harus pindah?

Bagian ini yang biasanya dilewati saat membandingkan. Selisih harga awal sering jauh lebih kecil daripada biaya pindah di kemudian hari.

PosLanding pageCompany profile
Biaya awalLebih murah, halamannya lebih sedikitDi Tiga Awan mulai Rp 2jt untuk 5–8 halaman
Domain dan hostingSama sajaSama saja
Isi kontenSatu naskahBeberapa naskah; ini yang paling sering bikin molor
Biaya jalan tiap bulanNyaris nol, tapi butuh anggaran iklan terus-menerusButuh pengisian konten kalau mau tumbuh
Biaya kalau berubah pikiranBangun ulang hampir dari nolTinggal menambah halaman

Baris terakhir yang mahal. Pindah dari landing page ke company profile bukan sekadar "menambah halaman" — biasanya struktur URL berubah, tema diganti, dan naskah ditulis ulang. Kalau landing page itu sudah sempat punya posisi di Google, posisi itu perlu dibangun lagi. Rincian pos biaya yang sering luput dari penawaran awal kami buka di rincian biaya bikin website di Jogja, dan pilihan platformnya di WordPress atau website custom.

Cara memutuskan dalam 20 menit

Ambil kertas, jawab berurutan. Berhenti begitu jawabannya jelas.

  1. Tulis satu penawaran utamamu. Kalau kamu tidak bisa menuliskannya dalam satu kalimat, landing page akan gagal — bukan karena bentuknya, tapi karena penawarannya belum jelas.
  2. Hitung berapa layanan yang benar-benar kamu jual. Satu atau dua, landing page masih masuk akal. Tiga ke atas dengan pembeli berbeda, company profile.
  3. Cek dari mana chat terakhirmu datang. Buka riwayat WhatsApp bulan lalu, tandai sumbernya: iklan, Instagram, Google, rekomendasi. Pola itu jawabanmu.
  4. Ketik kata kunci layananmu di Google seperti calon pelanggan mengetiknya. Lihat hasil halaman 1. Kalau isinya halaman layanan spesifik dan artikel, kamu butuh banyak halaman untuk ikut bersaing.
  5. Tentukan anggaran iklan 6 bulan ke depan. Kalau nol, jangan pilih landing page — tidak ada yang mengantar orang ke sana.
  6. Cek apakah ada yang siap mengisi konten. Company profile tanpa penanggung jawab konten akan berhenti tumbuh di bulan kedua.

Jawaban yang paling sering keluar untuk bisnis lokal di Jogja: company profile ringkas 5–8 halaman, ditambah satu landing page terpisah kalau nanti benar-benar beriklan. Bukan salah satu, tapi berurutan — dan itu juga cara kami mengerjakannya.

Kapan dua-duanya belum cocok untukmu

Ada kondisi di mana membuat halaman apa pun belum jadi prioritas. Kami lebih suka mengatakannya di depan.

  • Penawaranmu belum stabil. Kalau harga dan paket masih berubah tiap bulan, halaman apa pun akan cepat basi. Rapikan penawarannya dulu.
  • Chat yang masuk sekarang saja belum terbalas. Menambah pintu masuk cuma menambah antrean. Beresin dulu alurnya — polanya kami bahas di chat masuk banyak tapi tidak jadi beli.
  • Kamu butuh penjualan minggu ini. Website bukan jalur tercepat. Pertimbangan urutannya ada di SEO dulu atau iklan Google.
  • Instagram-mu sudah jalan dan kamu belum yakin butuh website. Pertanyaan itu layak dijawab dulu sebelum memilih bentuk — kami urai di cukup Instagram saja atau tetap butuh website.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah landing page buruk untuk SEO?

Tidak buruk, cuma terbatas. Satu halaman bisa merangking dengan baik untuk satu kelompok kata kunci kalau isinya memang menjawab. Yang tidak bisa dilakukannya adalah menangkap puluhan variasi pertanyaan calon pelanggan, karena tidak ada halaman lain untuk menampungnya.

Bisakah company profile dibuat bertahap, mulai dari beberapa halaman?

Bisa, dan ini yang biasanya kami sarankan. Mulai dari beranda, satu halaman per layanan utama, halaman tentang, dan kontak. Halaman lain menyusul. Yang penting struktur URL-nya sudah dirancang sejak awal supaya penambahan nanti tidak merusak yang sudah ada.

Kalau saya sudah punya landing page, perlu dibuang?

Tidak selalu. Kalau landing page itu dipakai untuk iklan dan bekerja, biarkan. Yang perlu ditambahkan adalah situs utama untuk pencarian organik. Keduanya bisa hidup berdampingan di domain yang sama, asal isinya tidak saling menyalin — dua halaman dengan isi mirip akan berebut kata kunci yang sama.

Berapa halaman minimal supaya company profile berguna?

Untuk bisnis lokal, lima halaman biasanya sudah cukup: beranda, layanan, tentang, bukti kerja atau portofolio, dan kontak. Menambah halaman kosong demi jumlah tidak membantu — halaman tipis tanpa isi justru jadi beban.

Apakah landing page cukup untuk didaftarkan di Profil Bisnis Google?

Cukup sebagai alamat situs, tapi kurang menolong. Orang yang menemukanmu di Maps biasanya mengecek layanan, jam buka, dan bukti kerja sebelum menghubungi. Satu halaman promo sering tidak menjawab itu, dan pengunjung kembali ke daftar pesaing.

Langkah berikutnya

Kalau kamu masih ragu setelah menjawab enam pertanyaan di atas, kirim saja kondisi sekarang — link situs kalau sudah ada, atau ceritakan rencananya — lewat audit gratis. Kami balas dengan bentuk yang menurut kami paling masuk akal untuk kasusmu, beserta alasannya. Kalau ternyata satu halaman sudah cukup, kami bilang begitu — dan kalau yang kamu butuhkan justru pengerjaan pencarian, ada paket SEO kami yang bisa dilihat rinciannya.

lainnya

Artikel terkait

lihat semua →
kontak

Daripada tebak-tebakan, minta audit aja.

Gratis, jujur, dan kamu dapat daftar perbaikan yang bisa dikerjakan sendiri kalau mau.

Tiga Awan Studio

Yogyakarta · sejak 2021

© 2026