Tiga Awan Ngobrol dulu
← semua artikel
blog 10 Agu 2026 · 9 menit baca

Data yang Tidak Boleh Dimasukkan ke ChatGPT dan AI Lain

Bukan AI-nya yang jahat — masalahnya akun pribadi dan setelan bawaan. Ini daftar data yang sebaiknya tidak ditempel, setelan yang perlu dimatikan di tiap alat, dan apa yang tetap tersimpan meski sudah dimatikan.

Jangan pernah menempelkan data yang tidak siap dibaca orang lain ke chatbot AI versi gratis: nomor dan alamat pelanggan, KTP, nomor rekening, rekam medis, kontrak yang belum diteken, harga khusus per klien, dan kredensial login. Alasannya bukan karena AI-nya jahat, tapi karena pada akun perorangan, isi percakapanmu bisa dipakai melatih model kecuali kamu mematikannya sendiri — dan sebagian jejaknya tetap tersimpan meski setelan itu sudah dimatikan.

Ini bukan alasan untuk melarang AI di kantor. Larangan total biasanya berumur dua minggu, lalu orang kembali memakai akun pribadinya diam-diam, dan justru itu kondisi yang paling berbahaya. Yang lebih masuk akal: tahu persis data mana yang boleh masuk, setelan mana yang harus dimatikan, dan kapan sebaiknya pakai akun berbayar.

Seberapa nyata risikonya?

Yang paling sering terjadi bukan peretasan. Yang terjadi adalah admin menyalin daftar pesanan lengkap dengan nama dan nomor telepon pelanggan ke chatbot supaya dirapikan jadi tabel. Selesai dalam sepuluh detik, dan tidak ada yang merasa melakukan sesuatu yang salah.

Laporan keamanan LayerX Enterprise AI & SaaS Data Security Report 2025 mencatat 77% karyawan pernah menempelkan data ke prompt AI generatif, dan 82% tempelan itu berasal dari akun yang tidak dikelola perusahaan. Perlu dicatat, ini laporan dari vendor keamanan yang menjual solusi untuk masalah tersebut, jadi baca angkanya sebagai indikasi pola, bukan kebenaran mutlak. Tapi polanya cocok dengan yang kami lihat di lapangan: masalahnya hampir selalu akun pribadi, bukan akun kantor.

Untuk bisnis di Indonesia ada lapisan tambahan. Data pelanggan adalah data pribadi menurut UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dan masa transisi dua tahunnya sudah berakhir pada 17 Oktober 2024. Kami bukan penasihat hukum dan tidak akan menebak soal penerapannya di kasusmu — tapi cukup tahu bahwa "cuma ditempel ke ChatGPT sebentar" tetap terhitung memindahkan data pelanggan ke pihak ketiga.

Data apa saja yang sebaiknya tidak masuk?

Patokan sederhana yang kami pakai: kalau kamu tidak nyaman data itu muncul di layar orang asing, jangan tempel. Rinciannya:

Jenis dataKenapa berisikoYang bisa dilakukan sebagai gantinya
Nama + nomor + alamat pelangganData pribadi milik orang lain, bukan milikmu untuk dibagikanGanti jadi Pelanggan A, Pelanggan B sebelum ditempel
Foto atau scan KTP, KK, NPWPIdentitas lengkap, bisa dipakai untuk penipuanJangan diunggah sama sekali; ketik manual data yang benar-benar perlu
Nomor rekening, data kartu, mutasi bankLangsung bisa disalahgunakanSensor digit tengah, atau kerjakan di spreadsheet biasa
Rekam medis, keluhan pasienKategori data pribadi spesifik dengan perlindungan lebih ketatPakai sistem klinik, bukan chatbot umum
Kontrak, penawaran, harga khusus klienRahasia dagang; sering ada klausul kerahasiaanTempel struktur atau ringkasannya saja, tanpa angka dan nama
Password, API key, kode aksesKredensial hidup; tidak ada alasan menempelkannyaTidak ada gantinya. Jangan.
Rekaman rapat internal utuhSering mengandung nama, angka, dan keputusan yang belum finalPakai alat notulen yang jelas kebijakan datanya

Yang aman jauh lebih banyak daripada yang orang kira: menyusun kerangka artikel, memperbaiki kalimat, membuat rumus spreadsheet, menerjemahkan, membuat draf balasan umum, meringkas artikel publik. Semua itu tidak butuh satu pun data pribadi pelanggan.

Kalau kamu sedang menyiapkan data pelanggan untuk dipakai sistem lain, urutannya sebaiknya dibalik: rapikan dulu datanya di tempat yang kamu kontrol, baru pikirkan alat. Kami bahas kolom minimalnya di merapikan data pelanggan sebelum otomatisasi.

Apa yang sebenarnya terjadi pada chat kamu?

Tiap penyedia punya aturan berbeda, dan bedanya cukup jauh. Ini kondisi per 10 Agustus 2026 berdasarkan halaman resmi masing-masing — perlu dicek ulang berkala karena kebijakan begini berubah tanpa pengumuman besar.

AlatAkun perorangan, setelan bawaanLetak setelannyaYang tetap terjadi meski dimatikan
ChatGPT Percakapan bisa dipakai melatih model kecuali kamu menolak lewat setelan Settings › Data Controls › "Improve the model for everyone" Kalau kamu menekan jempol atas atau bawah pada satu jawaban, seluruh percakapan itu tetap bisa dipakai melatih model
Gemini Aktivitas tersimpan dan sebagian chat ditinjau manusia Setelan aktivitas aplikasi Gemini, bagian "Keep Activity" Google tetap memakai chat untuk merespons dan menjaga keamanan, termasuk lewat peninjau manusia; chat yang sudah ditinjau disimpan hingga tiga tahun dan tidak ikut terhapus saat kamu menghapus aktivitas
Microsoft Copilot Percakapan bisa dipakai melatih model, dengan opsi menonaktifkan Account › Privacy › Model training Mematikannya tidak mengeluarkan percakapanmu dari penggunaan untuk perbaikan produk, keamanan, dan kepatuhan

Dua hal dari tabel itu yang paling sering mengejutkan orang. Pertama, tombol jempol di ChatGPT: banyak yang rajin memberi umpan balik tanpa sadar itu membuka kembali percakapan yang tadinya sudah dikecualikan. Kedua, di Gemini, mematikan penyimpanan aktivitas bukan berarti tidak ada manusia yang mungkin membacanya.

ChatGPT juga punya mode Temporary Chat — percakapan yang tidak masuk riwayat, tidak membuat memori, dan tidak dipakai melatih model. Ini pilihan bagus untuk hal sekali pakai, tapi jangan jadikan alasan menempel data yang tetap tidak seharusnya keluar dari kantor.

Kenapa akun kantor lebih aman daripada akun gratis?

Ini bagian yang paling jarang dijelaskan, padahal paling mudah dieksekusi. Untuk produk bisnis — ChatGPT Business, Enterprise, dan API — OpenAI menyatakan secara bawaan tidak melatih model dari input maupun output pelanggan bisnis. Organisasi harus menyetujui secara eksplisit kalau memang mau berbagi data.

Artinya, satu langganan tim yang dibayar kantor bukan cuma soal fitur. Ia memindahkan seluruh percakapan tim dari kategori "boleh dilatih kecuali dimatikan satu per satu" ke "tidak dilatih kecuali diizinkan". Untuk usaha dengan lima sampai lima belas orang, ini biasanya perubahan keamanan paling murah yang bisa dilakukan dalam sehari.

Kalau kamu masih menimbang langganan mana yang sepadan untuk timmu, kami pernah membandingkan pilihan berbayarnya di tulisan soal langganan AI mana yang worth dipakai. Untuk urusan rapat, pertimbangan datanya kami bahas terpisah di AI notulen rapat bahasa Indonesia.

Langkah yang bisa dikerjakan sore ini

  1. Matikan pelatihan model di setiap akun yang dipakai untuk kerja. ChatGPT: Settings › Data Controls. Copilot: Account › Privacy › Model training. Gemini: buka setelan aktivitas aplikasi Gemini. Lima menit per akun.
  2. Cek siapa saja yang memakai akun pribadi untuk pekerjaan kantor. Tanyakan terbuka, tanpa nada menuduh — kalau orang takut dimarahi, mereka akan bilang tidak, dan kamu kehilangan gambaran sebenarnya.
  3. Pindahkan pemakaian rutin ke satu akun tim yang dibayar kantor. Satu langganan lebih mudah diatur daripada tujuh akun gratis yang tidak terlihat.
  4. Buat aturan satu halaman. Isinya cukup tiga daftar: boleh, tidak boleh, dan tanya dulu. Lebih panjang dari satu halaman berarti tidak akan dibaca.
  5. Biasakan menyamarkan sebelum menempel. Ganti nama jadi "Pelanggan A", potong nomor telepon, hapus kolom yang tidak perlu. Hasil AI-nya tetap sama bagusnya.
  6. Jadwalkan pengecekan ulang tiap kuartal. Kebijakan penyedia berubah, dan setelan kadang kembali ke bawaan setelah pembaruan besar.

Isi aturan satu halaman yang biasanya cukup

Kami biasanya menyarankan tim kecil menulisnya sesederhana ini:

Boleh: tulisan, ide, kerangka, rumus, terjemahan, ringkasan materi publik. Tidak boleh: data pelanggan yang bisa mengidentifikasi orang, dokumen identitas, data keuangan, kontrak, dan kredensial. Tanya dulu: apa pun yang kamu ragu, sebelum ditempel, bukan sesudah.

Baris ketiga yang membuatnya jalan. Tanpa jalur "tanya dulu", orang akan menebak sendiri, dan tebakan di bawah tekanan pekerjaan hampir selalu condong ke yang paling cepat.

Batasannya apa, dan kapan ini tidak perlu dipusingkan?

Beberapa hal perlu jujur disebut.

Pertama, tidak ada satu pun langkah di atas yang menjamin keamanan. Kebijakan penyedia bisa berubah, dan pelanggaran data bisa terjadi pada layanan mana pun, termasuk yang berbayar. Yang kamu kurangi adalah paparan, bukan menghilangkannya.

Kedua, kalau pekerjaanmu memang tidak pernah menyentuh data orang lain — misalnya kamu memakai AI hanya untuk menulis caption dan menyusun ide konten — kebanyakan isi artikel ini tidak relevan buatmu. Matikan pelatihan model sekali, selesai. Jangan membangun prosedur untuk risiko yang tidak kamu punya.

Ketiga, untuk data yang benar-benar sensitif dalam jumlah besar — rekam medis, data keuangan nasabah — chatbot umum bukan tempatnya sama sekali, seberapa pun rapi setelanmu. Yang dibutuhkan adalah sistem dengan perjanjian pemrosesan data yang jelas, dan itu keputusan yang layak melibatkan penasihat hukum.

Keempat, menyamarkan data tidak selalu aman otomatis. Kombinasi beberapa detail yang tampak tidak berbahaya bisa tetap menunjuk ke satu orang, terutama di kota kecil atau industri yang pemainnya sedikit.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau saya sudah menempel data pelanggan bulan lalu, bagaimana?

Tidak bisa ditarik kembali, jadi fokusnya ke depan. Matikan pelatihan model sekarang, hapus percakapan yang berisi data itu, dan ingat bahwa penghapusan tidak selalu menjangkau salinan yang sudah ditinjau manusia atau tersimpan untuk keperluan keamanan. Kalau yang keluar cukup serius, ini saat yang tepat bicara dengan penasihat hukum, bukan mencari artikel.

Versi berbayar otomatis aman?

Tidak. Yang menentukan bukan harganya, tapi jenis akunnya. Langganan perorangan berbayar tetap tunduk pada setelan pelatihan yang sama seperti akun gratis di beberapa layanan — yang berbeda adalah produk bisnis, yang secara bawaan tidak melatih model dari data pelanggan.

Bagaimana dengan AI yang menempel di WhatsApp atau aplikasi lain?

Aturannya sama: yang menentukan adalah siapa penyedia model di belakangnya dan akun jenis apa yang dipakai. Kalau penyedianya tidak menjelaskan itu di halaman resminya, anggap datanya bisa dipakai dan perlakukan seperti akun gratis.

Apakah menghapus riwayat chat menghapus semuanya?

Belum tentu. Pada Gemini, chat yang sudah masuk proses tinjauan manusia tidak ikut terhapus saat kamu menghapus aktivitas, dan disimpan hingga tiga tahun. Layanan lain punya periode penyimpanan masing-masing untuk keperluan keamanan dan kepatuhan. Anggap "hapus" berarti hilang dari tampilanmu, bukan hilang dari mana-mana.

Apakah artikel dan konten yang saya tulis dengan AI juga berisiko?

Risikonya berbeda — itu soal kualitas dan kejujuran, bukan kebocoran. Batas praktisnya kami bahas terpisah di konten bikinan AI: sampai mana boleh dipakai.

Tim saya cuma tiga orang, apa perlu seribet ini?

Justru lebih sederhana. Untuk tim tiga orang, cukup satu percakapan sepuluh menit, satu setelan dimatikan di masing-masing HP, dan satu kesepakatan bahwa data pelanggan tidak keluar dari spreadsheet. Tidak perlu dokumen kebijakan.

Langkah berikutnya

Sebagian besar kebocoran yang kami temui saat membenahi alur kerja klien bukan karena orangnya ceroboh, tapi karena tidak pernah ada yang memberi tahu batasnya di mana. Kalau kamu ingin kami lihat alur kerja timmu — data apa yang berpindah ke mana, dan bagian mana yang sebenarnya bisa dikerjakan tanpa menyentuh data pelanggan sama sekali — ceritakan lewat audit gratis. Kami sebutkan apa yang perlu diperbaiki, termasuk kalau jawabannya ternyata tidak butuh alat baru apa pun.

Sumber yang dipakai di artikel ini: dokumentasi OpenAI tentang penggunaan data untuk melatih model, Gemini Apps Privacy Hub, kontrol privasi Microsoft Copilot, dan LayerX Enterprise AI & SaaS Data Security Report 2025.

lainnya

Artikel terkait

lihat semua →
kontak

Daripada tebak-tebakan, minta audit aja.

Gratis, jujur, dan kamu dapat daftar perbaikan yang bisa dikerjakan sendiri kalau mau.

Tiga Awan Studio

Yogyakarta · sejak 2021

© 2026